
Info.ponorogo, Ponorogo -
Suara alarm dari jam Anda di pagi hari otomatis telah membentuk
rutinitas sebelum berangkat kerja. Tapi hati-hati, kalau bangun kepagian
gara-gara alarm malah bisa mengganggu kesehatan.
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism,
menemukan bahwa perubahan rutinitas tidur, seperti bangun kepagian di
hari biasa (Senin sampai Jumat), bisa meningkatkan risiko pada kondisi
metabolisme, misalnya obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.
Untuk mendapatkan hasil studi tersebut, Patricia M. Wong dari
University of Pittsburgh bersama rekan-rekan menganalisis 447 data orang
dewasa yang berusia 30 sampai 54 tahun. Mereka adalah bagian dari Studi Adult Health and Behavior Project fase 2 dan telah bekerja minimal 25 jam tiap hari di kantor.
Hampir 85 persen dari peserta punya titik 'setengah jalan' dalam
siklus tidur mereka. Artinya, mereka tetap bangun kepagian meski tidak
sedang bekerja. Para peneliti menemukan bahwa pergeseran jadwal tidur
subyek yang diteliti, yang dikenal sebagai 'jet lag sosial' membuat
mereka lebih mungkin mengalami kolesterol buruk, punya lingkar pinggang
lebih besar, indeks massa tubuh yang lebih tinggi (BMI), level puasa
insulin yang lebih tinggi dan resistensi insulin yang lebih besar,
dibandingkan dengan mereka yang memiliki jet lag sosial lebih rendah.
Dikutip dari laman Medical News Today, pada Jumat
(20/11/2015) lalu, untuk mendapatkan hasil ini, para peserta diminta
mengenakan gelang untuk mengukur aktivitas tidur dan gerakan mereka
dalam 24 jam sehari selama 1 minggu. Mereka juga menyelesaikan kuesioner
yang merinci soal diet dan kebiasaan olahraga mereka.
"Perubahan metabolik dapat berperan dalam perkembangan obesitas, diabetes dan penyakit kardiovaskular," tutur Wong tegas.

0 Response to "Bangun Kepagian Malah Bisa Ganggu Kesehatan ??"
Post a Comment